Disebuah keluarga, ada seorang kakek tua yang hidup bersama anak, menantu dan seorang cucu laki-laki. Penglihatan si kakek sudah kabur. Ia sudah tidak dapat mendengar dengan baik. Lututnya sudah mulai bergetar.
Jika ia duduk dekat meja makan, ia tidak dapat lagi memegang sendok. Continue reading “Sebuah Piring Kayu”
Blog
Kala Cintamu Pergi
Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu mencintai seseorang meski kamu tahu ia tak lagi sendiri dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas tapi kamu tetap mencintainya… Continue reading “Kala Cintamu Pergi”
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN
( P r e a m b u l e)
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Continue reading “UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945”
Ayam dan Sapi
“Kenapa sih ??” kata seorang kaya kepada pelayannya. “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya kepada yayasan sosial dan panti asuhan!” “Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi”, jawab pelayannya. Sapi begitu populer, sedangkan ayam tidak sama sekali. Hal ini sangat mengherankan sang ayam.
Kata ayam kepada sapi, “Mereka mengira kamu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim dan susu. Tapi bagaimana dengan aku ? Aku memberikan semua yang aku punya. Aku memberikan daging ayam. Aku memberikan bulu-buluku. Bahkan mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu. Tak ada yang seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu ???”
“Apakah anda tahu apa jawaban sang sapi ?”, tanya sang pelayan.
Sang sapi berkata, “Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup, sedangkan engkau memberikannya setelah engkau mati.”
Berilah dan berkati orang lain selagi Tuhan masih memberikan kita napas hidup. Lakukan sekarang selagi kita masih bisa melakukannya. Jika kita mencintai seseorang, nyatakanlah sekarang……jangan menunggu hingga mati.
Menerima Orang Lain Apa Adanya
Seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelepon
orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang mendengar bahwa anaknya telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang ke rumah. Pemuda itupun sudah tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya setelah berbulan bulan lamanya ia harus berada di negara lain untuk berperang. Continue reading “Menerima Orang Lain Apa Adanya”
